Sebarkan kebaikan melalui konten media sosial seperti pencipta dakwah

Pembuatan konten media sosial tidak bisa dibatasi pada kategori tertentu, termasuk yang berkaitan dengan dakwah dan pembahasan agama. Juga selama Ramadhan, musim puncak bagi para pembuat dakwah.

Bagas Ihsanul Ulam, salah satu kreator dakwah yang kuliah di Content Academy, juga menyebutkan bahwa Anda harus selalu kreatif dan menentukan niche Anda saat membuat konten di media sosial. Jangan membuat bagian audience terlalu luas sehingga tidak menjangkau orang-orang yang membutuhkan konten kita.

“Awalnya saya membuat konten dengan topik yang masih ramai, misalnya waktu itu berhubungan dengan hijab, saya juga membuat konten tentang hijab. Tapi jumlah follower saya stuck di 5000, baru setelah itu saya riset dan coba upload dengan konten lain. Termasuk soal Tahajjud yang penontonnya sangat ramai,” kata Bagas.

Selain itu, Bagas juga merasa salah ketika awalnya membuat konten tentang Dakwah. Pada awalnya, Bagas hanya melacak jumlah pengikut sampai dia mengubah pola pikirnya dalam hal pembuatan konten.

“Saya pernah melihat teman-teman dari kelas hack IG, mereka baru membuat konten selama 3 bulan, mereka semua memiliki 10.000 pengikut, mereka telah berkembang lebih dari saya. Setelah meneliti kembali saya merubah pola pikir saya, saya membuat konten untuk berbagi ilmu, untuk menyebarkan kebaikan, saya bersyukur jika ada yang melihat dan mengikuti. Syukurlah hasilnya seperti sekarang ini.” tambah Bagas.

Bagas kembali menyatakan bahwa alasan membuat konten dakwah di media sosial adalah latar belakang pesantrennya. Bagi Bagas, membuat konten dakwah juga merupakan sarana berbagi ilmu dan menebar kebaikan.

“Saya dari laki-laki berlatar pesantren, bagi saya kita dai sebelum kita menjadi apa-apa. Sekarang para pemimpin pesantren berharap orang-orang baik bisa menyebarkan syiar Islam di pesantren ini, istilahnya juga bisa menjadi ladang da’ wah.” tutup tas.

Sumber :