Selamat datang di website support Sistem Informasi Desa Open Source Indonesia

 

Sistem Informasi Desa

Administrator 14 November 2018 21:39:23

Undang-undang Nomor 6 tentang Desa, memposisikan desa sebagai subjek pembangunan. Desa disebut-sebut lingkungan yang lahir sebelum negara berdiri. Tidak hanya itu, budaya komunal yang lahir di dalamnya membawa nuansa baru pada proses komunikasi sosial.

Sistem informasi desa atau biasa disebut SID adalah ekosistem baru dalam rangka menyuntikkan teknologi ke desa. Ekosistem yang dibangun dengan adanya SID memungkinkan masyarakat melihat kebebasan informasi untuk diakses tanpa adanya otoritas ataupun penguasa yang membatasi.

Tujuan SID terciptanya pelayanan yang baik (good governance) dengan proses asistensi yang baik dan sesuai dengan undang-undang.

Di sisi lain, keberadaan SID menjadikan desa tidak lagi dipandang dan diisolasi dengan keterbelakangan yang masyarakatnya hanya berbicara tentang aliran, agama dan lainnya yang bersifat parokial dan komunal.

Karena itu perlu partisipasi masyarakat yang menjadikan sumber informasi menjadi lebih produktif tidak hanya sumber hiburan.

Membangun kultur birokrasi yang berbasis good governance dimulai dari partisipasi masyarakat dengan pola komunikasi yang tidak lagi menaklukkan atau bersifat top-down namun lebih kepada komunikasi persuasif untuk seirama dan menyamakan persepsi. Ini lebih menata sumber daya manusia yang ada di desa secara perlahan.

Budaya Transparansi

Pendekatannya melihat kebutuhan desa sebagai prioritas utama. Wujud nyata komunikasi partisipatif adalah mengubah daya literasi masyarakat untuk bersahabat dengan teknologi, tidak lagi dipandang sebagai kendala teknis namun lebih kepada kendala sosiologi dan kultural.

Penggunaan teknologi tepat guna dari keberadaan SID dapat menunjang pola pikir masyarakat mulai menerima informasi hingga menjadi produktivitas.

Masyarakat dapat mengembangkan potensi produk lokal, tenaga kerja dan inovasi teknologi berbasi sumber daya alam yang ada di desa.

Pemanfaatan SID bertujuan menumbuhkan paradigma dari, oleh dan untuk masyarakat desa. Adanya SID bisa menciptakan budaya transparansi yang sesuai dengan basis undangundang.

Pelayanan kepada masyarakat desa, publikasi, dan transparansi menjadi tiga faktor utama lahirnya SID. Pola komunikasi yang selama ini berbasis pada mouth to mouth beralih fungsi menggunakan teknologi. Ini menjadi tantangan utama.

Di sisi lain, penekanan perspektif edukasi dan demokrasi menjadi orientasi untuk menggunakan SID dengan menjadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan. Interaksi yang dibangun melalui komunikasi partisipatif mampu mengubah pola pembangunan desa.

Penataan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan desa akan menunjang aspek perangkat dan data manajemen yang kuat. Sistem informasi desa memposisikan desa menjadi masyarakat yang maju, terbangun dan tidak meninggalkan tradisi. (34)

Ade Putranto Prasetyo Wijiharto Tunggali MA, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Wilayah

Aparatur

Sekretaris Desa Kaur Pemerintahan Kaur Umum Kaur Keuangan Kaur Pembangunan

Sinergi Program

Komentar Terkini

Info Media Sosial

Facebook

Lokasi Kantor

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung